Curhat Gadis Asal Garut Nyaris Dijual Teman Prianya, Kini Kumpulkan Korban Lain untuk Speak Up

Natalie Azata Sania (19), mengaku nyaris menjadi korban perdagangan orang. Pelakunya adalah temannya sendiri. Remaja asal Garut tersebut membagikan pengalaman pahitnya itu di media sosial hingga akhirnya viral. Bermula saat ia diajak bertemu teman laki lakinya berinisial YR (29) di Alun alun Garut pada tanggal 18 April 2022 malam.

Setelah pertemuan itu, kata Sasa, ia tidak diizinkan pulang oleh teman laki lakinya, dengan alasan sedang menunggu teman perempuan lainnya. Tak lama kemudian ia dibawa menuju arah Simpang Lima menggunakan motor YR. Malam itu, hujan deras turun di kawasan tersebut.

"Aku sama si YR itu terpaksa berteduh yah, di daerah Gordah pinggir jalan, malam itu hujan gede banget," ucapnya. Saat itulah, menurut Sasa, YR mulai bersikap cabul. YR berani meraba raba bagian tubuhnya. Sasa yang merasa risih kemudian mencoba menghindar saat YR mulai melakukan perbuatan bejatnya.

"Aku terus menghindar dari dia, terus menghindar, duh kok dia kayak gini. Akhirnya tangannya diam setelah aku berontak," ucapnya. Sasa, yang merasa tidak nyaman, kemudian memaksa YR untuk mengantarnya pulang. Namun YR bersikukuh menahannya dengan alasan mau bertemu dulu dengan teman YR.

Selang beberapa waktu, menurutnya, mulailah ia curiga dengan gelagat YR. YR menyuruhnya untuk berfoto dengannya, kemudian foto tersebut dikirimkan ke salah satu temannya di WhatsApp. Terjadilah obrolan antara YR dan temannya itu.

"Dia kan chatnya pakai voice note yah, aku denger dia bilang ke temannya gini, 'yeuh aya awewe alus' (ini ada perempuan bagus)." "Terus aku denger dia bilang harganya tiga ratus ribu, aku kaget dan takut waktu itu," ungkapnya. Setelah hujan reda, akhirnya Sasa dibawa ke kawasan Simpang Lima.

Di tempat itu YR menunggu kedatangan temannya yang sudah melakukan janji sebelumnya. Tidak lama kemudian datanglah kendaraan truk menghampiri Sasa dan YR. Sasa mengaku keadaan tersebut membuatnya semakin takut.

Ia berusaha untuk lari menyelamatkan diri. "Aku diam di situ kan di tempat makan ya, aku liat si YR dan dua orang supir truk bincang bincang, aku mulai curiga dan berusaha lari, kaki aku gemeteran banget takut," ucapnya. YR berusaha mencegahnya untuk pergi, bahkan menurutnya ia pernah berusaha menjauh dari YR namun kembali ditarik olehnya.

Saat itu kemudian ia berontak, tapi YR kembali bisa mencegahnya. "Akhirnya aku bisa kabur, lari menjauh dari YR dan masuk gang, saat itu jam udah pagi, jam satu pagi," ungkap Sasa. Dengan penuh ketakutan ia bertahan cukup lama di salah satu gang di kawasan tersebut, hingga akhirnya bisa keluar dan meminta bantuan warga sekitar.

Menurutnya, ia bisa pulang lantaran dibantu oleh salah seorang satpam yang bertugas di salah satu kantor pemerintahan Garut. "Saat itu aku dibawa pulang sama dia, alhamdulillah aku selamat," ucapnya. Ia pun membagikan kisahnya itu yang kemudian viral di Facebook dan Instagram.

Sasa mengaku hingga saat ini masih syok karena hampir jadi korban perdagangan manusia. "Pas aku share pengalamanku ke Facebook, ternyata korban si YR itu banyak, bahkan ada yang sudah masuk hotel." "Saat ini masih aku tampung siapa saja yang jadi korbannya si YR," ucapnya.

Setelah kesaksiannya di media sosial viral, Sasa menerima banyak curhatan dari perempuan lain yang mengaku pernah menjadi korban kebejatan YR. Perempuan yang akrab di sapaSasaitu mengatakan saat ini ada lebih dari tiga orang yang mengadukan nasib yang sama kepadanya. Bahkan menurutnya adakorbanyang masihdibawahumuryang mengalami kejadian seperti dirinya sama empat tahun yang lalu.

Parakorbanberani bersuara setelahSasamengunggah curhatannya tentang kebejatan temannya yang berinisial YR. "Ada satukorbandari kebejatan si YR yang masihdibawahumur, dia sudah dibawa ke hotel, bahkan sudah nyaris disetubuhi," ucapnya. Sasa menjelaskan, ia akan terus berusaha mencari korban lain dari kelakuan bejat teman laki lakinya itu.

Ia mengaku tidak menyangka YR bisa berbuat demikian. Padahal menurutnya YR kerap bersikap baik padanya sejak pertama kali kenal di akhir 2021. Pertemuan dengan YR itu pun merupakan pertemuan pertama kali sejak ia mengenalnya.

"Aku bener bener gak nyangka ya, lihat postingan postingannya alim banget tapi ternyata kelakuannya bejat," ucapnya. Korban lain juga menurutnya terkecoh dengan postingan postingan YR di akun media sosialnya. Sasa mengajak perempuan di luaran sana yang pernah menjadikorbandari kebejatan YR agar ikut bersamanya bersuara.

"Aku mengajak, ayo bersuara, tanpa bersuara pelaku tak merasa jera," ucapnya. Ia meyakini di luar sana masih banyakkorbandari YR yang saat ini takut untuk bersuara. Rencannaya, ia akan menemui para korban satu per satu.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.